Oleh : Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA
Telah dimuat di Suara Islam Edisi 100
KEWAJIBAN ASASI MANUSIA
Sejak manusia diciptakan kewajiban asasinya adalah ibadah kepada Allah SWT. Dalam QS.51.Adz-Dzariyat : 56, Allah SWT menegaskan bahwasanya tidaklah manusia diciptakan melainkan hanya untuk ibadah kepada Allah SWT.
Syariat pun diturunkan Allah SWT untuk tiap-tiap umat. Dan tiap umat diwajibkan untuk mematuhi Syariat yang ditetapkan. Umat Nabi Musa AS diwajibkan melaksanakan Syariat Taurat, dan umat Nabi Isa AS diwajibkan menjalankan Syariat Injil. Sedang umat Nabi Muhammad SAW diwajibkan mematuhi Syariat Al-Qur'an. Bahkan Allah SWT memvonis bagi orang yang tidak mau memberlakukan Syariat Allah SWT sebagai Kafir, Zholim dan Fasiq. Semua itu termaktub dalam QS.5.Al-Maa-idah : 44 s/d 50.
5 Nov 2010
Tathbiq Syari'ah Di Indonesia
4 Nov 2010
Konsep Waktu Dalam Islam
Konsep pertama bermakna ajal. Sesuai terminologi, ajal berarti penetapan batas waktu. Dalam al-Qur’an, kata ajal mempunyai kecenderungan pada penetapan akan batas sesuatu (Yunus [10]:49:
“Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya)”.
3 Okt 2010
SIMBOL ANGKA 666 dan MATA UANG DUNIA BARU
666 dalam angka Rumawi = DCLXVI atau dalam arti kata lain dalam angka 666 tsb telah dapat merepresentasikan seluruh angka yang terdapat dalam angka Rumawi
(D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, I = 1). Angka 666 dalam bahasa Latin bisa diartikan sebagai DIC LVX = "dicit lux" - suara cahaya. Maklum setan dalam bahasa Latin sering diberi nama sebagai Lucifer (Lux Ferre) atau si pembawa cahaya. Dalam istilah astrologi disebut juga sebagai Bintang Fajar atau Venus atau planet ke-enam terbesar dalam tata surya kita.
2 Okt 2010
Menolak Syariah, Ciri Kaum Munafik
Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh. Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku dzalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang dzalim (QS al-Nur [4]: 48-50).
Indonesia Ingin Dijadikan Negara Kristen??
Ini adalah hasil wawancara Suara Islam (SI) dengan Ustadz Insan LS Mokoginta (Mantan Kristen, Ketua DDII Kota Depok Jawa Barat)
Rencana pembangunan Gereja liar di Ciketing Bekasi yang sudah berlangsung selama 20 tahun dan berakhir dengan bentrokan antara 9 pemuda Islam yang gagah berani melawan 200 jemaat HKBP yang melakukan provokasi, semakin membuka pandangan umat Islam Indonesia yang mayoritas, bahwa sesungguhnya sudah sejak lama berlangsung Kristenisasi secara massal dan massif di Indonesia.
22 Sep 2010
Mengenal Dinar Dirham
Uang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.
19 Sep 2010
Balasan Atas Teori Memesis Alquran Geiger
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebagai sebuah teks, Alquran dapat dipahami dari sejarah bermulanya teks itu dibentuk dan difungsikan. Salah satu kajian yang mendalami konsep tersebut adalah kritis historister. Dari kajian itu, serta dengan dorongan pengetahuan rasional, dapat ditelusuri teks Alquran dan sejarahnya.
Meski serupa Alquran tak sama dengan teks agama lain
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Jika, para orientalis abad ke-19 memahami Alquran sebagai kumpulan imitasi/tiruan dari teks-teks pra-Islam, Anglika Neuwirth, Nicolai Sinai, Michael Marx, dan Dirk Hartwig kebalikannya. Mereka memosisikan Alquran dalam penelitian seobjektif mungkin. Kesimpulannya Alquran bukanlah `teks epigonik', yang merupakan hasil imitasi beberapa teks lain dari tradisi praIslam.

